Hal-hal yang Membantu Menuntut Ilmu
Hal-hal yang Dapat Membantu dalam Menuntut Ilmu
Di antaranya:
1. Bertakwa kepada Allah l
Penuntut ilmu wajib bertakwa kepada Allah l dalam rangka melaksanakan perintah-Nya, mendapatkan pahala-Nya, dan selamat dari azab-Nya.menuntutIlmuituWajib.blogspot.com
Allah k berfirman,
ﮋ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮊ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan untuk kalian furqan (pembeda).” (al-Anfal: 29)
Dijelaskan oleh asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t, “Allah k akan menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian gunakan untuk membedakan antara yang haq dan yang batil, antara yang bermanfaat dan yang bermudarat. Ilmu termasuk salah satunya. Allah akan membukakan untuk seseorang ilmu-ilmu yang tidak dibukakan untuk selainnya. Sebab, bertakwa akan menyebabkan seseorang memperoleh tambahan petunjuk, tambahan ilmu, dan tambahan hafalan.
Disebutkan dari al-Imam asy-Syafi’i t bahwa beliau berkata, ‘Aku pernah mengeluh kepada Waki’ (guru beliau, pen.) tentang jeleknya hafalanku. Beliau pun membimbingku agar meninggalkan maksiat. Beliau berkata, ‘Ketahuilah, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat’.” (Kitabul ‘Ilmi, Ibnu ‘Utsaimin, hlm. 63—64)
2. Sabar dan terus-menerus dalam menuntut ilmu
Penuntut ilmu seyogianya bersungguh-sungguh dan bersabar mencari ilmu serta menjaga ilmunya setelah mendapatkannya. Sebab, ilmu tidak bisa didapat dengan jasmani yang santai.
Para pendahulu kita, as-Salafush Shalih, adalah figur-figur yang terkenal sabar dalam menuntut ilmu. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas c bahwa beliau pernah ditanya, “Dengan apa Anda mendapatkan ilmu?” Beliau menjawab, “Dengan lisan yang selalu bertanya, kalbu yang selalu berpikir, dan jasmani yang tidak pernah jemu.” (Kitabul ‘Ilmi, Ibnu ‘Utsaimin, hlm. 66)
3. Menjaga ilmu
Penuntut ilmu seharusnya bersemangat untuk mengulang-ulang dan menjaga ilmu yang telah dia pelajari, baik dengan menghafalnya maupun menulisnya, karena manusia itu tempat sifat lupa. Apabila ia tidak bersemangat memurajaah(mengulang-ulang) ilmu yang telah dipelajari, ilmu itu akan hilang atau ia akan lupa.
Setelah kita mengetahui keutamaan ilmu, hukum menuntut ilmu, adab-adab, dan hal-hal yang dapat membantu dalam menuntut ilmu, mari kita tengok sejenak panutan kita, muslimah dari kalangan shahabiyah (sahabat wanita) dan generasi setelahnya, dalam menuntut ilmu.
1. ‘Aisyah Ummul Mukminin s, wanita yang fakih, ahli hadits, sekaligus ahli syair.
Al-Imam az-Zuhri t berkata, “Seandainya ilmu seluruh manusia dan ilmu Ummahatul Mukminin dikumpulkan, niscaya ilmu ‘Aisyah yang lebih luas.”
Hadits yang beliau riwayatkan mencapai 2.210 hadits.
2. Hafshah Ummul Mukminin s
Dahulu, pada zaman jahiliah, beliau belajar menulis kepada asy-Syifa al-‘Adawiyah s. Ketika beliau dinikahi oleh Nabi n, Nabi n meminta Syifa agar mengajari Hafshah khath (tulisan) yang indah.
3. Ummu Darda’ ash-Shughra, Hujainah bintu Yahya al-Washabiyah
Beliau meriwayatkan banyak hadits dari suaminya, Abu Darda’, kemudian Salman al-Farisi, ‘Aisyah, dan Abu Hurairah g. Beliau terkenal dengan ilmu dan amal, serta takwa dan zuhud. Beliau hidup sampai masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan. Beliau adalah wanita yang berilmu dan ahli fikih, sehingga kaum pria pun banyak yang belajar kepadanya. Sampai-sampai, Khalifah Abdul Malik bin Marwan pun duduk mendengarkannya.
4. Khaulah bintu Tsa’labah s
Beliaulah wanita yang Allah l menurunkan ayat al-Qur’an tentangnya, ketika beliau mengadukan suaminya dan berkata, “Wahai Rasulullah, dia telah menikmati masa muda saya. Saya telah melahirkan anak-anak untuknya. Ketika usia saya telah lanjut dan saya tidak bisa melahirkan lagi, dia men-zhihar saya (menganggap saya seperti ibunya). Ya Allah, sesungguhnya saya mengadu kepada-Mu.”
Beliau bertanya kepada Nabi n tentang zhihar yang dilakukan oleh suaminya, maka Nabi n menjawab, “Engkau diharamkan untuknya.” Allah pun menurunkan ayat-Nya, yaitu al-Mujadalah ayat pertama dan ayat-ayat selanjutnya.
5. Fathimah bintu ‘Alauddin as-Samarqandi al-Hanafi. ‘Alauddin adalah pengarang kitab Tuhfatul Fuqaha. Fathimah menghafal kitab tersebut sehingga menjadi ahli fikih. Banyak pria yang ingin meminangnya, tetapi ayahnya tidak menerima pinangan mereka. Ketika Abu Bakr al-Kasani mengarang kitab Badai’ush Shana-i’ yang merupakan syarah(penjelas) kitab at-Tuhfah, kemudian memperlihatkannya kepada gurunya (yakni ayah Fathimah), gurunya itu sangat senang dan menikahkan putrinya dengan Abu Bakr. Kitab syarah tersebut sebagai maharnya.
Artikel tersebut menjelaskan mengenai Hal-hal yang Membantu Menuntut Ilmu, setelah ini kami akan mejelaskan hal lain mengenei produk kami. Smart Techno memproduksi jam digital masjid dengan berbagai macam type. Produk Smart Techno berkualitas dan bergaransi. Toko jam digital masjid di bandung juga sudah tersedia. Produk Smart Techno ini sudah tersedia di toko online OLX, Tokopedia, dan Bukalapak. Kunjungi pula website kami di www.jadwaldigital.com
Sumber::
Komentar
Posting Komentar